Definisi Fungsi
Fungsi merupakan suatu
relasi khusus yang memiliki suatu aturan tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari,
banyak masalah yang dapat diselesaikan dengan fungsi. Misalnya, fungsi dari
pencampuran bahan-bahan untuk membangun gedung, jembatan, jalan, fungsi
penawaran, fungsi permintaan, fungsi pemecah kode rahasia, dan masih banyak
lagi.
Fungsi dan Sifat-Sifatnya
Misalkan himpunan A = {a, b, c} dan B = {p, q,r, s}. f menyatakan
fungsi dari A ke B dengan aturan seperti diagram panah di samping. Daerah asal
atau domain dari f adalah A = {a, b, c}. Daerah kawan atau kodomain dari f
adalah B = {–3, 0, 3}. Daerah hasil atau range dari f adalah {p, q,r, s}. Fungsi
atau pemetaan merupakan relasi khusus. Tidak semua relasi merupakan fungsi.
Definisi fungsi atau pemetaan diberikan sebagai berikut.relasi merupakan fungsi. Definisi fungsi atau pemetaan diberikan sebagai
berikut.
Jenis-Jenis
Fungsi
1. Fungsi Injektif
Sebuah fungsi dengan setiap anggota domain yang
berbeda mempunyai peta yang berbeda disebut dengan fungsi injektif. Fungsi
injektif disebut juga dengan fungsi satu satu 
|
Fungsi
f : A A B disebut fungsi injektif jika dan hanya jika untuk setiap a1, a2 D A
dan a1 & a2 maka berlaku f(a1) & f(a2).
|
2. Fungsi Surjektif Suatu fungsi dengan daerah hasil sama kodomainnya disebut dengan fungsi surjektif atau fungsi onto.
|
Fungsi
f : A A B disebut fungsi surjektif jika dan hanya jika daerah hasil fungsi f
sama dengan himpunan B atau Rf = B.
|
3. Fungsi Bijektif
Misalkan fungsi
y = f(x), dengan X = {1,2,3,4} dan Y =
{D,B,C,A} dinyatakan dengan pasangan berurutan f = {(1,D), (2,B), (3,C) (4,A)}.
Fungsi f dapat ditunjukkan sebagai diagram panah seperti pada gambar di
samping. Pada gambar tersebut tampak bahwa fungsi f adalah fungsi surjektif
karena range fungsi f sama dengan kodomain fungsi f atau Rf = B. Di samping
itu, fungsi f juga fungsi injektif, karena untuk setiap anggota domain yang
berbeda mempunyai peta yang berbeda. Fungsi yang surjektif sekaligus injektif
seperti ini disebut fungsi bijektif. Secara matematis, hal ini dapat dituliskan
dalam definisi
berikut.
Operasi
aljabar yang sudah kita kenal dalam operasi bilangan real adalah penjumlahan, pengurangan,
perkalian, dan pembagian. Operasi aljabar tersebut dapat diterapkan dalam
fungsi. Misalkan diberikan suatu fungsi f(x) dan g(x). Jika Df domain fungsi f
dan Dg domain fungsi g, sedangkan Df E Dg & q maka dapat dituliskan operasi
aljabar untuk fungsi-fungsi tersebut sebagai berikut.
1. (f + g)(x) = f(x) + g(x)
2. (f – g)(x) = f(x) – g(x)
3. (f × g)(x) = f(x) × g(x)
|
Diketahui
f(x) = 3x + 4 dan g(x) = 2(x – 1). Tentukan
a.
(f + g)(x);
b.
(f – g)(x);
c.
(f × g)(x);
Jawab:
Diketahui bahwa f(x) = 3x + 4 dan g(x) = 2(x – 1) g(x) = 2x – 2.
a. (f + g)(x)=f(x) + g(x)
= (3 x + 4) + (2x – 2)
=5 x +2
b. (f – g)(x)=f(x) – g(x) = (3 x + 4) – (2x – 2)
=3 x + 4 – 2x
+ 2
= x + 6
c. (f × g)(x)= f(x) × g(x)
= (3 x + 4) × (2x – 2)
=3 x(2x) + 3x(–2) + 4(2x)+ 4(–2)
|
Invers Suatu
Fungsi
Untuk memahami invers suatu invers, perhatikan uraian
berikut ini. Misalkan f = {(1,D), (2,B), (3,C), (4,A)}. Fungsi balikan
dengan anggota-anggotanya, disebut invers
fungsi f. Fungsi ini biasanya dinotasikan dengan f–1. Dengan demikian, invers
fungsi f di atas adalah f–1 = {(D,1), (B,2), (C,3), (A,4)}. Diagram panah
untuk fungsi f dan f–1 tampak seperti
Pengertian Invers
Suatu Fungsi Balikan fungsi (invers) dari fungsi f: A
A B adalah f–1 : B A A. Fungsi f memetakan anggota himpunan A ke himpunan B
yang dinyatakan dengan himpunan pasangan berurutan {(x, y) | x D A, y D B},
sedangkan fungsi f–1 memetakan anggota himpunan B ke himpunan A yang dinyatakan
dengan{(y, x) | y D B, x D A}. Secara umum, definisi untuk invers suatu fungsi
f adalah sebagai berikut.
|
Jika
fungsi f : A A B dinyatakan dengan himpunan pasangan berurutan f = {(x, y) |
x D A, y D B} maka invers dari fungsi f adalah f–1 : B A A
yang dinyatakan dengan himpunan pasangan berurutan f–1 = {(y, x) | y D B, x D
A}.
|
KESIMPULAN
1. Fungsi atau pemetaan adalah suatu relasi (hubungan)
dari himpunan A ke himpunan B dengan memasangkan setiap x D A dengan tepat satu
y D B.
2. Fungsi mempunyai sifat surjektif (fungsi
onto/pada), injektif (fungsi satu-satu) dan atau bijektif (fungsi satu-satu dan
pada).
3. Operasi aljabar pada fungsi f(x) dan g(x) adalah
sebagai berikut.
a. (f +
g)(x) = f(x) + g(x)
b. (f –
g)(x) = f(x) – g(x)
c. (f ×
g)(x) = f(x) × g(x)
4. Komposisi fungsi g0f adalah suatu fungsi yang mengerjakan (mametakan)
fungsi f terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan fungsi g.
Daftar Pustaka
Ayres, Frank. 1974. Theory and Problems of Matrics. New York:
McGraw-Hill. ____. 1998. Terjemahan Kalkulus. Jakarta: Erlangga.
Bartle, Robert G. 1994.
Introduction to Real Analysis. New York: John Willey and Sons. Howard, R.D.
1993. Mathematics in Actions. London:
Nelson Blackie, Ltd. Isabelle van
Welleghem. 2007. Ensiklopedia Pengetahuan. Solo: Tiga Serangkai. Junaedi, Dedi,
dkk. 1998.
Intisari Matematika Dasar SMU.
Bandung: Pustaka Setia. Kerami, Djati dkk. 2002. Kamus Matematika. Jakarta:
Balai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar